Social Icons

RAKHA DIASRY

Pages

Jumat, 20 Juli 2018

Dosen dan Mahasiswa STTNF berkontribusi dalam Sarasehan Teknologi Informasi Untuk Koperasi


Dalam rangka memperingati Hari Koperasi 12 Juli, PT SKK - Perseroan milik koperasi, Tanibox dan komunitas BlankOn menyelenggarakan acara Sarasehan Teknologi Informasi untuk Gerakan Koperasi Indonesia bertema “Teknologi BLOCKCHAIN untuk Koperasi”. Koperasi masa kini, apalagi ke depan, mau tidak mau harus memanfaatkan dan menerapkan teknologi informasi (TI) yang telah berkembang sedemikian pesat dan masif, jika tidak ingin tertinggal, mengalami kemunduran, bahkan bisa jadi lenyap.
Selasa (10/7), Pembukaan acara dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan KUKM Provinsi Bali, dihadiri oleh 40 peserta dari Kepala bagian, Staf Manager IT, General Manager, Pengurus dan Pengawas Koperasi juga dihadiri oleh 72 orang lebih dari 40 orang yang diundang, berasal dari beberapa wilayah di Indonesia, seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Lampung, Babel, Jabar, Jatim, Bali sendiri, bahkan luar negeri yaitu Timor Leste tersebut, menghadirkan nara sumber pakar TI dari Jakarta, Bandung, Jawa Tengah dan Jawa Timur; Pengembang BlankOn dan komunitas FLOSS Indonesia; PT Sakti Kinerja Kolaborasindo, yaitu perseroan milik koperasi, didirikan oleh beberapa Koperasi (CU, Kopdit, KSP) sebulan lalu di Probolinggo.
Pembicara pertama oleh Rusmanto Maryanto (Dosen Teknologi dan Sistem Informasi Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STTNF)) membahas tentang Teknologi BLOCKCHAIN untuk Koperasi, berbicara tentang Blockchain dari dasar, cara kerja, istilah, teknologi yang digunakan Blockchain dan ide kolaborasi yang dapat digunakan oleh koperasi. Rusmanto, narasumber dari pengurus Asosiasi Open Source Indonesia memaparkan bahwa blockchain adalah teknologi masa depan untuk data yang sangat besar dan kompleks, terdistribusi sehingga tersederhanakan, terkontrol, aman dan fair. Koperasi bisa menerapkan teknologi ini untuk berbagai transaksi antar dan antara anggota, antar dan antara lembaga koperasi secara aman dan fair, tanpa harus melalui pihak ketiga seperti bank dan sebagainya. Lebih jauh, beliau mengatakan bahwa teknologi blockchain telah diterapkan oleh asosiasi Credit Union di Amerika (CUNA dan MWCUA) dengan membentuk CULedger.
photo 2018 07 16 09 33 51
Pembicara kedua membawakan tema Kolaborasi Koperasi dan Komunitas FLOSS Indonesia, narasumber: Firdaus Putra, beliau memulai dengan membuka data dan fakta yang terjadi di dunia sekaligus bagaimana gagasan berkolaborasi antara Koperasi dan Komunitas FLOSS mewujudkan demokrasi ekonomi yang tidak lagi dipegang oleh 1 orang melainkan semua anggota koperasi. Pendiri dan CEO Kopkun Institute tersebut mengusulkan agenda strategis koperasi mendatang antara lain: konsolidasi pasar bersama melalui teknologi keuangan, rekayasa kelembagaan koperasi melalui pemekaran, dan kolaborasi multipihak.
Pembicara ketiga perkenalan PT Sakti Kinerja Kolaborasindo (perseroan milik koperasi)–PT SKK-SAKTI oleh Hanna dan Tim SiCUNDO-SAKTI yang memperkenalkan sebuah Aplikasi SAKTI.Link yang merupakan aplikasi untuk anggota yang terdaftar di koperasi dimana koperasi tersebut menggunakan SAKTI.Online. SAKTI.Link mempermudah anggota untuk mengakses informasi saldo rekening ponsel, pembayaran SAKTI.Pay, cek transaksi SAKTI.Pay, dll. Adapun proses registrasi yang mudah menggunakan KTP/SIM untuk identitas resmi dan mendapatkan token yang dikirimkan melalui sms dan mendapatkan Cashback setelah diminta untuk registrasi aplikasi sakti link.
Dan pada kesempatan berbeda dihari kedua Endy Chandra, Direktur PT SKK memperkenalkan MyCOOP, salah satu produk PT SKK. Di dalamnya ada berbagai fitur yang bisa dimanfaatkan oleh koperasi mana pun dan anggotanya untuk saling terhubung dan bertransaksi secara mudah dan aman. Misi besarnya adalah bagaimana membuat koperasi Indonesia besar, menyatu dalam perbedaan dan kuat.
Pembicara keempat oleh Ibu Retno Ika (CPO dari TaniBox), memulai dengan memperkenalkan TaniBox sebagai perusahaan terintegrasi teknologi menerapkan Blockchain dan IoT, menyajikan data problem yang terjadi disitu timbul peluang dan potensi koperasi di sektor Agrikultur. Produsen (petani, koprasi petani, pengusaha agri kulture) Mitra (terlibat dalam membantu proses Produsen) hingga sampai ke tangan Konsumsi, dan sebagian belajar dari ahli di bidang teknologi dari negri tetangga Estonia (Sebelah selatan Finlandia).
Fenomena dihari kedua, Pesta Rilis BlankOn XI Uluwatu. Tim BlankOn membuat 2 sesi dimana sesi awal dijelaskan oleh Estu Ferdani selaku manajer rilis BlankOn XI Uluwatu yang menjelaskan tentang awal BlankOn, komposisi Tim Pengembang dan Proyek dimana hasil dari komunitas BlankOn adalah mencetak SDM yang kompeten dari bidang melalui kontribusi di Proyek Open Source. Dilanjutkan oleh pembicara kedua dari Tim Humas Blankon dimana menjelaskan Fitur-fitur terbaru BlankOn XI Uluwatu yang baru Rilis Bulan Mei 2018, tantangan pemanfaatan teknologi di global yang serba cepat dan kolaborasi yang dapat terjalin dengan koperasi. Mahasiswa STTNF yang ikut serta berperan dalam komunitas ini adalah Herpiko sebagai Koordinator Riset di BlankOn dan Slamet Santoso sebagai Koordinator Humas di BlankOn.
photo 2018 07 16 09 33 53
Rilis BlankOn XI Uluwatu oleh komunitas FOSS (free open source software) rupanya memberi aksen atas semangat demokrasi, kemerdekaan dan kejujuran dalam membangun keadaban ekonomi koperasi.
Referensi sumber:
https://baliberkarya.com/index.php/read/2018/07/12/201807120002/Teknologi-Informasi-Keharusan-bagi-Koperasi.html
https://docs.google.com/document/d/1PavVtmKCvzTTV5XPpq_Zr-bB5ASXTcwyhwOKSFJgVX4/edit
https://play.google.com/store/apps/details?id=io.db.saktiAnggota&hl=in

Sabtu, 23 Juni 2018

Kafilah Ramadhan 2018 : “Santunan Anak Yatim & Bukber Civitas”

 Kafilah Ramadhan 2018 : “Santunan Anak Yatim & Bukber Civitas”

Jum’at 01 Juni 2018 , Kafilah ramadhan 2018 telah melaksanakan rangkaian acara ramadhan yang diawali dengan tarhib ramadhan, ta’jil on road dan yang ketiga adalah acara santunan anak yatim dan bukber civitas STT NF .
Acara santunan anak yatim diawali dengan panitia melakukan penjemputan anak yatim dari yayasan Inspirasi anak yatim yang berada di 2 titik penjemputan. Yaitu daerah Juanda dan jalan saimang. Rumah Inspirasi Anak Langit sendiri merupakan wadah yang dibentuk pemuda-pemudi Kota Depok, untuk membina anak-anak yatim dan duafa.
Pukul 13.00 anak yatim & duafa tiba di kampus stt nf bersama dengan kakak-kakak dari RIAL dan disambut panitia kafilah 2018. Acara dilaksanakan di ruangan Auditorium STT NF.
Acara pun dimulai dengan dibuka oleh pembawa acara yaitu Ayu dan Rahma mahasiswi sistem informasi 2017. Antusias anak-anak pun terlihat ketika mc membuka nya.
Setelah pembukaan dilanjutkan dengan membaca ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh Naufal mahasiswa Teknik Informatika 2017.
Acara berjalan dengan khidmat, selanjutnya kakak mc mulai memperkenalkan kakak-kakak pembimbing anak yatim dan duafa selama acara. Anak yatim dan duafa yang datang pada acara santunan berjumlah 30 anak. 15 anak perempuan dan 15 anak laki-laki.
Acara dilanjutkan dengan mendengarkan dongeng atau pengkisah yang dibawakan oleh Ka Luzumul Ahkam. Tema yang dibawakan oleh kak Luzum adalah “Berbagi Kebahagiaan bulan suci ramadhan”. Anak-anak mendengarkan dengan penuh seksama dan dengan penuh tawa yang riang disana.
Hikmah yang diambil dari dongeng yang dibawakan ka Luzum bahwasah nya kita harus menjadi anak yang sholeh dan sholehah dan inget 3 hal yang membuat kita bahagia adalah fikir, dzikir dan amal.
Setelah mendengarkan dongeng, anak-anak terlihat bosen dan suasana cair kembali ketika anak-anak mengikuti ice breaking oleh kakak-kakak kreatif dan dilanjutkan membuat kerajinan tangan yang berupa figura berisikan harapan menuju hari yang fitri.
Moment yang ditunggu-tunggu pun tiba yaitu pembagian uang santunan dan bingkisan oleh kakak-kakak panitia dan ditutup dengan foto dan berbuka bersama.

Senin, 28 Mei 2018

Workshop Jurnalistik STT-NF Season 2

 Workshop Jurnalistik STT-NF Season 2

Ahad, 05 Mei 2018. STTNF kembali mengadakan workshop Jurnalistik season 2, sebelumnya telah dilakukan season 1 pada Sabtu 24 Maret 2018 dengan tema yang sama, yaitu ‘Jurnalistik untuk generasi milenial’. Acara ini dilaksanakan di ruang B2-204 dari pukul 09.30 - 13.30 WIB. Workshop jurnalistik dibagi menjadi beberapa sesi, yaitu sesi pemberian materi dan sesi praktik menulis berita.
Sesi pertama adalah pemberian materi yang disampaikan oleh Bapak Sapto Waluyo, dosen STT-NF. Materi yang dibahas di workshop adalah tentang pengantar jurnalistik di era digital.  Sebagai pengantar dalam menyampaikan materi, beliau menceritakan terlebih dahulu pengalaman beliau pernah bekerja sebagai wartawan. “pekerjaan sebagai wartawan lebih sulit dari pada pekerjaan lain, karena pekerjaan lain sudah ada jalurnya sedangkan pekerjaan wartawan tidak ada jalurnya”, ujar beliau.
Pada pembahasan materi workshop jurnalistik dibahas begitu cepatnya perkembangan teknologi yang terjadi sekarang sehingga sangat berpengaruh terhadap perkembangan media massa. “Sebagai penulis kita harus bisa mengolah informasi dengan baik terlebih dengan semakin berkembangnya teknologi kita harus semakin pintar dalam mengolah informasi“, ujar beliau.
Pada workshop jurnalistik kali ini juga diajarkan teknik menulis berita. Untuk dapat menulis berita kita harus memahami terlebih dahulu apa itu berita. “Dulu berita merupakan sebuah kebaruan tentang suatu kejadian, peristiwa atau event. Namun sekarang berita bukan hanya kejadian, peristiwa atau even saja. Sebuah tanggapan terhadap suatu kejadian pun sekarang bisa dijadikan sebuah berita, dalam membuat berita kita harus konsisten. Ketika membuat berita informasi yang kita dapatkan harus berupa realita. “, papar beliau ketika menjelaskan arti dari berita.
Pada teknik menulis berita, selain ada unsur-unsur berita terdapat langkah-langkah yang harus kita lakukan juga dalam menulis berita. Langkah-langkahnya yaitu pertama kita harus bisa menentukan peristiwa apa yang akan kita jadikan berita. Selanjutnya  kita harus tahu pelaku utamanya lalu kita harus tahu bagaimana proses peristiwa yang terjadi. Setelah kita sudah tahu peristiwa, pelaku utama dan proses bagaimana peristiwa itu terjadi kita dapat menyimpulkan dari peristiwa tersebut.
Sesi selanjutnya adalah pemaparan dari Bapak Mujiran selaku editor dari Depok News. Beliau memaparkan materi terkait bagaimana membuat berita kegiatan (ceremony) dengan mudah. Setelah pemaparan dari Bapak Mujiran, para peserta diajak untuk  praktik membuat tulisan dan langsung dibahas oleh beliau tulisan dari para peserta sehingga para peserta menjadi lebih paham dalam membuat berita. Setelah pembahasan tentang tulisan selanjutnya adalah pembagian doorprize untuk peserta yang mengirim tulisannya paling cepat. Setelah pembagian doorprize kegiatan workshop ini di tutup dengan foto bersama pemateri dan peserta.
Semoga kegiatan workshop bisa bermanfaat bagi para kaum muda dalam menulis informasi dan dapat mengolah informasi dengan baik, karena tujuan dari worksop jurnalistik ini sendiri adalah melatih untuk bisa menulis dan untuk membangun budaya agar paham terhadap informasi dan dapat mengolah infomasi tersebut dengan baik“. Jika kita memiliki potensi dalam menulis sebaiknya langsung dipublikasikan, jangan kita pendam agar kita tahu respon apa yang diberikan dari orang lain, karena jika kita mendapatkan respon positif dari orang lain hal tersebut dapat membuat kita menjadi lebih semangat dalam menulis”, ujar Bapak Sapto Waluyo di akhir pemaparan beliau.

Ahad, 05 Mei 2018. STTNF kembali mengadakan workshop Jurnalistik season 2, sebelumnya telah dilakukan season 1 pada Sabtu 24 Maret 2018 dengan tema yang sama, yaitu ‘Jurnalistik untuk generasi milenial’. Acara ini dilaksanakan di ruang B2-204 dari pukul 09.30 - 13.30 WIB. Workshop jurnalistik dibagi menjadi beberapa sesi, yaitu sesi pemberian materi dan sesi praktik menulis berita.
Sesi pertama adalah pemberian materi yang disampaikan oleh Bapak Sapto Waluyo, dosen STT-NF. Materi yang dibahas di workshop adalah tentang pengantar jurnalistik di era digital.  Sebagai pengantar dalam menyampaikan materi, beliau menceritakan terlebih dahulu pengalaman beliau pernah bekerja sebagai wartawan. “pekerjaan sebagai wartawan lebih sulit dari pada pekerjaan lain, karena pekerjaan lain sudah ada jalurnya sedangkan pekerjaan wartawan tidak ada jalurnya”, ujar beliau.
Pada pembahasan materi workshop jurnalistik dibahas begitu cepatnya perkembangan teknologi yang terjadi sekarang sehingga sangat berpengaruh terhadap perkembangan media massa. “Sebagai penulis kita harus bisa mengolah informasi dengan baik terlebih dengan semakin berkembangnya teknologi kita harus semakin pintar dalam mengolah informasi“, ujar beliau.
Pada workshop jurnalistik kali ini juga diajarkan teknik menulis berita. Untuk dapat menulis berita kita harus memahami terlebih dahulu apa itu berita. “Dulu berita merupakan sebuah kebaruan tentang suatu kejadian, peristiwa atau event. Namun sekarang berita bukan hanya kejadian, peristiwa atau even saja. Sebuah tanggapan terhadap suatu kejadian pun sekarang bisa dijadikan sebuah berita, dalam membuat berita kita harus konsisten. Ketika membuat berita informasi yang kita dapatkan harus berupa realita. “, papar beliau ketika menjelaskan arti dari berita.
Pada teknik menulis berita, selain ada unsur-unsur berita terdapat langkah-langkah yang harus kita lakukan juga dalam menulis berita. Langkah-langkahnya yaitu pertama kita harus bisa menentukan peristiwa apa yang akan kita jadikan berita. Selanjutnya  kita harus tahu pelaku utamanya lalu kita harus tahu bagaimana proses peristiwa yang terjadi. Setelah kita sudah tahu peristiwa, pelaku utama dan proses bagaimana peristiwa itu terjadi kita dapat menyimpulkan dari peristiwa tersebut.
Sesi selanjutnya adalah pemaparan dari Bapak Mujiran selaku editor dari Depok News. Beliau memaparkan materi terkait bagaimana membuat berita kegiatan (ceremony) dengan mudah. Setelah pemaparan dari Bapak Mujiran, para peserta diajak untuk  praktik membuat tulisan dan langsung dibahas oleh beliau tulisan dari para peserta sehingga para peserta menjadi lebih paham dalam membuat berita. Setelah pembahasan tentang tulisan selanjutnya adalah pembagian doorprize untuk peserta yang mengirim tulisannya paling cepat. Setelah pembagian doorprize kegiatan workshop ini di tutup dengan foto bersama pemateri dan peserta.
Semoga kegiatan workshop bisa bermanfaat bagi para kaum muda dalam menulis informasi dan dapat mengolah informasi dengan baik, karena tujuan dari worksop jurnalistik ini sendiri adalah melatih untuk bisa menulis dan untuk membangun budaya agar paham terhadap informasi dan dapat mengolah infomasi tersebut dengan baik“. Jika kita memiliki potensi dalam menulis sebaiknya langsung dipublikasikan, jangan kita pendam agar kita tahu respon apa yang diberikan dari orang lain, karena jika kita mendapatkan respon positif dari orang lain hal tersebut dapat membuat kita menjadi lebih semangat dalam menulis”, ujar Bapak Sapto Waluyo di akhir pemaparan beliau.

Workshop Series PKM “Validation Idea 1”




Sabtu (30/9) telah dilaksanakan Workshop PKM “Validation Idea 1” STT Terpadu Nurul Fikri, yang bertempat di Gedung B102. Workshop tersebut dihadiri oleh sejumlah mahasiswa yang telah mendaftar. Pembicara pada acara ini berasal dari Universitas Indoensia angkatan 2014, Andika Deni Prasetya. Andika merepresentasikan tentang validasi ide. Ide adalah hal pertama setelah menemukan suatu permasalahan, untuk kemudian ditindak lanjuti saat PKM dilaksanakan. Sementara itu, pengetahuan tentang validasi ide sangat diperlukan, guna mengetahui apakah ide-ide yang terpikirkan itu perlu dilakukan ke tahap selanjutnya.
Andika merupakan Founder & CEO Daur, ia membawakan slide yang menarik dan penuh inspiratif sehingga membangkitkan antusias dari para peserta. Workshop berlangsung sekitar dua jam. Pada workshop tersebut, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan masing-masing anggota pada setiap kelompok minimal empat orang.
Workshop mengharuskan peserta untuk aktif, agar peserta mudah untuk mendapatkan arahan dari materi. Dimulai dengan menentukan solusi dari suatu masalah, menuliskan faktor-faktor permasalahan sampai mendapatkan akar dari masalahnya. Kemudian peserta diminta untuk menentukan langkah awal dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Ide-ide yang telah ada, lalu dipresentasikan oleh masing-masing kelompok. Presentasi berjalan begitu kondusif, dengan beberapa tanggapan dari kelompok lain. Andika mampu membuat suasana workshop menjadi lebih hidup.
Workshop ini diadakan oleh BEM STT NF, bekerja sama dengan LPPM STT NF.  PKM itu sendiri merupakan singkatan dari Program Kreativitas Mahasiswa, yang diselenggarakan oleh Dikti. Untuk memberi ruang kepada para mahasiswa yang mempunyai kreativitas di bidang keahliannya. Dengan begitu, mahasiswa STT NF dapat dengan mudah mengembangkan ide-ide yang dimilikinya, karena PKM ini dapat dijadikan sebagai ajang agar bisa terus berkontribusi untuk Negeri.
-Semoga Bermanfaat-

Jumat, 19 Januari 2018

Perkuliahan Terakhir Audit Sistem Informasi Sebelum UAS (Ujian Akhir Semester)


 Perkuliahan Terakhir Audit Sistem Informasi Sebelum UAS (Ujian Akhir Semester)
Pada tanggal 23 Desember 2017 adalah pekan ke 14 dari perkuliahan tatap muka di STT Terpadu Nurul Fikri. STT Terpadu Nurul Fikri memiliki 14 pertemuan perkuliahan tatap muka sebelum masuk ke pekan UAS (Ujian Akhir Semester ) dan berlanjut ke semester genap.
Tanggal 23 Desember 2017 merupakan waktu pertemuan terakhir mata kuliah Audit Sistem Informasi yang dikhususkan pada jurusan Sistem Informasi. Audit Sistem Informasi adalah mata kuliah semester 5 yang membahas tentang bagaimana cara mengaudit suatu sistem di perusahaan tertentu. Di mata kuliah ini, dosen mengupas tuntas tentang audit ssstem informasi, karena dosen mata kuliah ini adalah praktisi yang memang sudah terjun langsung di dunia audit sehingga mengajarkan mahasiswa dengan sangat lugas dan membuat mahasiswa paham.
Dosen mata kuliah ini merupakan seorang praktisi, maka mahasiswa sering ditugaskan untuk melakukan audit aplikasi agar mahasiswa lebih dari sekedar paham karena sudah mengalami langsung proses audit aplikasi di suatu perusahaan. Pertemuan terakhir diakhiri dengan sesi foto bersama oleh dosen mata kuliah terkait.

Written by  Afifah Sausan Mahasiswi STTNF

Perkuliahan Terakhir Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntansi

Perkuliahan Terakhir Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntansi
28 Desember 2017 adalah pekan ke 14 dari perkuliahan tatap muka di STT Terpadu Nurul Fikri. STT Terpadu Nurul Fikri memiliki 14 pertemuan perkuliahan tatap muka dan setelah itu masuk ke pekan UAS (Ujian Akhir Semester ).
Tanggal 28 Desember 2017 merupakan waktu pertemuan terakhir mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi yang dikhususkan pada jurusan Sistem Informasi. Sistem Informasi Akuntansi adalah mata kuliah semester 5 dan membahas tentang bagaimana cara akuntansi pada sistem infomasi. Di mata kuliah ini, dosen mengupas tuntas tentang Akuntansi pada sistem informasi, karena dosen mata kuliah ini adalah seorang praktisi yang memang sudah terjun langsung di dunia Akuntansi pada sistem informasi, sehingga mengajarkan dengan sangat lugas dan membuat mahasiswa paham.
Mahasiswa sering ditugaskan implementasi akuntansi perusahaan pada sistem informasi agar mahasiswa lebih dari sekedar paham karena sudah mengalami langsung proses implementasi akuntansi pada sistem informasi di suatu perusahaan. Pertemuan terakhir diakhiri dengan sesi foto bersama oleh dosen mata kuliah ini.
 
Written by  Afifah Sausan Mahasiswi STTNF

Selasa, 28 November 2017

Penerimaan Mahasiswa Baru Kampus STT Terpadu Nurul Fikri

4.jpg

🎖🏆🏆🏆🏆🏆🏆🏅

Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri sebagai bagian dari NF group yang telah berpengalaman selama lebih dari 30 tahun dibidang pendidikan yang memadukan pendidikan kompetensi dan keilmuan di bidang yang sedang dibutuhkan di Era teknologi informasi saat ini dengan pembinaan karakter dan kepribadian islami.

Saat ini STT NF membuka Penerimaan Mahasiswa Baru T.A 2018/2019.

Bebas Uang Pangkal & Uang Gedung. Klik : http://pmb.nurulfikri.ac.id/

📢📢📢📢📢📢📢📢📢

Gelombang I : 1 November s.d 31 Desember 2017

Dapatkan Potongan Biaya Kuliah Rp 1.500.000,-

+ FREE SWEATER STT-NF

⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️


Program Studi:

💻 Informatika

📱 Sistem Informasi

⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️

Pilihan Kelas:

🌄 Reguler Pagi

🌅 Reguler Sore/Karyawan

🌄 Reguler Akhir Pekan

🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰

Keunggulan STT-NF:

👔 100% Lulusan Sudah Bekerja

🎓 1 Juta Bisa Kuliah

🏢 Bebas Uang Pangkal & Uang Gedung

📑 Terakreditasi BAN-PT

✍️ Tersedia Program Beastudi 100%

🔖 Bersertifikasi Nasional & Internasional

🛃 Lingkungan yang Positif & Berkarakter

🎁 Tahsin & Tahfidz

📖 Dosen Profesional Bidang IT Lulusan UI, ITB, Universitas di Jepang & Singapura

💪 Career Development Center

💻 Bekerja sama dengan PT Telkom dengan sistem 3 tahun kuliah dan 1 tahun praktek internship di PT Telkom

🎎 Bimbingan mendapatkan beasiswa untuk Studi S2 (Universitas dalam & luar negeri)

⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️

Location :

Kampus A STT NF : bit.ly/KampusASTTNF

Kampus B STT NF : bit.ly/KampusBSTTNF

Info Selengkapnya :

📝 Alur Pendaftaran 📝

http://pmb.nurulfikri.ac.id/news/7/alur-pendaftaran

➡️ Gelombang Pendaftaran ⬅️

http://pmb.nurulfikri.ac.id/news/8/gelombang-pendaftaran

❗️ Info Program Studi ❗️

http://pmb.nurulfikri.ac.id/news/10/program-studi

✅ Program Pilihan Kelas ✅

http://pmb.nurulfikri.ac.id/news/11/pilihan-kelas

💰 Info Biaya Studi 💰

http://pmb.nurulfikri.ac.id/news/9/biaya-studi

‼️ Daftar Sekarang Juga.. ‼️

http://pmb.nurulfikri.ac.id/daftar

⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️

Join Us :

Facebook : STTTerpaduNF

Twitter : @STTTerpaduNF

Instagram : sttterpadunf

Youtube : youtube.com/STTNF

Line id : sttterpadunf

website : http://nurulfikri.ac.id/

🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰🔰

Call Center :

Telp : (021)7863191 (Zhihan)

HP : 085716243174 (Ricta) 


5.jpg

Program Studi di Kampus STT Terpadu Nurul Fikri

 
V I S I
"Pada tahun 2025 menjadi sekolah tinggi teknologi yang unggul di Indonesia, berbudaya inovasi, berjiwa teknopreneur, dan berkarakter religius."
M I S I
1.  Menyelenggarakan pendidikan tinggi berkualitas yang mengembangkan jiwa kepemimpinan dan teknopreneurship berlandaskan iman dan takwa.
2.  Melaksanakan penelitian yang inovatif dan berorientasi pada pengembangan teknologi masa depan.
3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi tepat guna.
4.   Membangun lingkungan akademik yang kondusif bagi terwujudnya kebebasan akademik, otonomi keilmuan, dan budaya inovasi.
Di Kampus STT Terpadu Nurul Fikri (STTNF) mempunyai 2 Jurusan yaitu Informatika dan Sistem Informasi. Jurusan Informatika adalah salah satu jurusan di STTNF yang mempelajari bagaimana penerapan logika matematika dalam pengelolaan informasi yang dapat meliputi transformasi data atau pengelolaan fakta-fakta simbolik dengan manfaat teknologi komputer seoptimal mungkin.
Kemampuan utama yang akan dimiliki seorang mahasiswa jurusan informatika ini adalah kemampuan untuk berpikir logis dan terstruktur. Pada perkembangan informatika saat ini, mahasiswa jurusan informatika dibantu untuk menguasai ilmu keterampilan rekayasa informatika yang berlandaskan kemampuan untuk memahami, menganalisis dan menilai, menerapkan serta menciptakan software dalam pengelolahan data dengan computer.
Adapun keunggulan dan sistem pembelajaran Jurusan Informatika di Kampus STTNF :
  •     Mengkolaborasikan softskill dan budaya religious dalam pembelajaran
  •     Disertai praktek dan proyek kecil untuk meningkatkan pemahaman
  •    Implementasi nilai-nilai teknopreneurship dan character building dalam pembelajaran

    Mata kuliah
    yang di pelajari dalam Jurusan Informatika ini, adalah :
1. kemampuan dasar programming dan paradigma pemograman
2. membangun perangkat lunak berbasis Web dan Mobi
3. Kemampuan dasar lanjut administrasi sistem dan jaringan 
     4. Pengembangan softskill (karakter, leadership, komunikasi, kreativitas)
     5. Teknopreneurship
     6. Pengelolahan data dasar dan lanjut 
Prospek Kerja Jurusan Informatika, seorang lulusan jurusan informatika diharapkan memiliki kemampuan untuk mengembangkan Software (Mobile, Web, Front-End), IT Consultan, Analyst, & Programmer, System Analyst & System Integrator, Database Analyst/Designer & Administrator, IT Startup Founder, Network Enginer, Network/System Designer & Administrator, dan Akademisi Informatika.
Jurusan Sistem Informasi adalah  gabungan dari Ilmu Komputer, Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis. Fokusnya tetap di bidang software (programming), tapi lebih kea rah penerapan ke bisnis perusahaan. Tidak heran banyak mata kuliah sistem informasi ini merujuk ke ekonomi manajemen yang berbasis IT.
Berikut Keunggulan & Pembelajaran Jurusan Sistem Informasi :

1. Mengkolaborasikan softskill dan budaya religious dalam pembelajaran

2. Disertai praktek dan proyek kecil untuk meningkatkan pemahaman

3. Implementasi nilai-nilai teknopreneurship dan character building dalam pembelajaran
Mata kuliah yang di pelajari dalam Jurusan Sistem Informasi ini, adalah :

1. Kemampuan dasar programming

2. Kemampuan manajemen, analisis dan pemecahan masalah

3. Kemampuan dasar sistem informasi (SI)

4. Pengembangan softskill (karakter, leadership, komunikasi, kreativitas)

5. Teknopreneurship

6. Terapan sistem informasi (ERP, CRM, E-Government, SI, Akuntansi, dll)

7. Proyek Tata Kelola Sistem Informasi/Enterprise Information System

   
Prospek Kerja Jurusan Sistem Informasi, dengan menekankan segi analisis dan manajemen, lulusan Sistem Informasi sangat cocok untuk masuk sebagai ahli IT di perusahaan. Kemampuan menggabungkan bisnis dengan programming sering menjadi kendala bagi seorang programmer yang lebih fokus ke sisi teknis seperti Jurusan Informatika.
Lulusan Sistem Informasi bisa bekerja sebagai, diantaranya :
Information System Consultant, Analyst, & Programmer
1. Information System Designer & Implementation

2. IT/IS Officer

3. Web Content Manager

4. Database Analyst/Designer & Administrator

5. Information System Strategic Planner & Auditor

6. IT Startup Founder

7. e-Business / e- Commerce Manager
     8. Akademisi Sistem Informasi
Adapun title yang di kedua Jurusan ini adalah Sarjana Komputer (S.Kom)
Demikian ulasan Program Studi di Kampus STT Terpadu Nurul Fikri, semoga dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan teman – teman yang sedang mencari jurusan yang paling sesuai dengan minat dan bakat teman – teman.
Note : Saat ini Kampus STT Terpadu Nurul Fikri sedang membuka Penerimaan Mahasiswa Baru TA 2018/2019. Dapatkan Potongan Biaya Kuliah di setiap Gelombang. Di Kampus STTNF Bebas Uang Gedung dan 1 Juta Sudah bisa Kuliah, Jaminan 100% bekerja. Silahkan daftar sekarang juga di pmb.nurulfikri.ac.id dan untuk info lebih lanjut Anda bisa cek Website STTNF di www.nurulfikri.ac.id

Jumat, 10 November 2017

Kemudahan Berpendapat dengan Teknologi

Kemudahan Berpendapat dengan Teknologi

Sudah banyak hal yang biasa kita lakukan dengan menggunakan bantuan teknologi, dengan teknologi ini membuat kita menjadi mudah dalam melakukan apapun. Sekarang, dengan teknologi kita dapat menyampaikan gagasan kita ke publik secara efektif untuk mendorong perubahan publik. Dan ada suatu kejadian di Amerika yang memperlihatkan fenomena pertarungan pendapat. Pemuda Amerika melakukan gerakan mengungkapkan pendapat di akun media sosial dengan penggunaan hastag #MakeLibertyWin dan #MakeDiscourseCivilAgain, gerakan ini berhasil.

Para pemuda ini menyebarkan pendapat mereka untuk menuntut kampus mereka dengan menggunakan foto dan video di media sosial. Foto dan video yang mereka sebarkan membuat banyak orang mengambil tindakan di kampus mereka, sehingga tuntutan mereka tersampaikan. Hastag yang di sebarkan mereka bukan hanya sekedar karakter di media sosial, melainkan hastag merupakan bagian dari sistem advokasi yang inovatif.

Setiap orang di seluruh dunia banyak menemukan orang yang sependapat dengan mereka dengan saling berbagi melalui akun media sosial, mereka terlibat dalam percakapan virtual tentang ideologi mereka dan saling memberi inspirasi untuk mewujudkan gagasan, walaupun mereka belum pernah bertemu.

Teknologi telah memperluas sararana untuk mengemukakan pendapat, selain itu dengan teknologi juga kita dapat membuat pengumpulan dana, mendistribusikan petisi dan teknologi memberikan kecepatan dan kekuatan baru untuk advokat. Jika sebuah pesan yang di sebarkan itu benar, mungkin pesan itu akan menjadi ‘virus’ dan menjadi katalisator perubahan ideologis di seluruh komunitas.

Kini, untuk menyebarkan gagasan dan mencari dukungan ada dua cara, yaitu denga cara online dan offline. Para aktivis memanfaatkan kedua cara tersebut untuk memaksimalkan penyebaran gagasan ideologis mereka di dunia. Selain untuk menyebarkan gagasan ideologis, media sosial juga bisa menjadi sarana permusuhan terhadap gagasan tertentu yang tidak di setujui oleh beberapa orang.

Facebook, Twitter dan Instagram memberi kenyamanan dengan memudahkan kita dalam penyaringan pesan yang ingin kita ketahui. Jika kita tidak menyukainya, kita bisa menghapusnya. Sekarang sudah banyak media sosial yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan siapa saja yang bisa terhubung dengan kita dan memilih gagasan yang kita inginkan saja. Pada akhirnya, ini mengarah pada momen keputusan, seruan untuk bertindak di mana kita memutuskan apakah kita ingin tinggal di ruang gema virtual atau terlibat dalam wacana sehat dengan orang-orang yang dapat menantang dan memperluas gagasan kita.

-Semoga Bermanfaat-
Editor : Naf/Uml

Sudah banyak hal yang biasa kita lakukan dengan menggunakan bantuan teknologi, dengan teknologi ini membuat kita menjadi mudah dalam melakukan apapun. Sekarang, dengan teknologi kita dapat menyampaikan gagasan kita ke publik secara efektif untuk mendorong perubahan publik. Dan ada suatu kejadian di Amerika yang memperlihatkan fenomena pertarungan pendapat. Pemuda Amerika melakukan gerakan mengungkapkan pendapat di akun media sosial dengan penggunaan hastag #MakeLibertyWin dan #MakeDiscourseCivilAgain, gerakan ini berhasil.

Para pemuda ini menyebarkan pendapat mereka untuk menuntut kampus mereka dengan menggunakan foto dan video di media sosial. Foto dan video yang mereka sebarkan membuat banyak orang mengambil tindakan di kampus mereka, sehingga tuntutan mereka tersampaikan. Hastag yang di sebarkan mereka bukan hanya sekedar karakter di media sosial, melainkan hastag merupakan bagian dari sistem advokasi yang inovatif.

Setiap orang di seluruh dunia banyak menemukan orang yang sependapat dengan mereka dengan saling berbagi melalui akun media sosial, mereka terlibat dalam percakapan virtual tentang ideologi mereka dan saling memberi inspirasi untuk mewujudkan gagasan, walaupun mereka belum pernah bertemu.

Teknologi telah memperluas sararana untuk mengemukakan pendapat, selain itu dengan teknologi juga kita dapat membuat pengumpulan dana, mendistribusikan petisi dan teknologi memberikan kecepatan dan kekuatan baru untuk advokat. Jika sebuah pesan yang di sebarkan itu benar, mungkin pesan itu akan menjadi ‘virus’ dan menjadi katalisator perubahan ideologis di seluruh komunitas.

Kini, untuk menyebarkan gagasan dan mencari dukungan ada dua cara, yaitu denga cara online dan offline. Para aktivis memanfaatkan kedua cara tersebut untuk memaksimalkan penyebaran gagasan ideologis mereka di dunia. Selain untuk menyebarkan gagasan ideologis, media sosial juga bisa menjadi sarana permusuhan terhadap gagasan tertentu yang tidak di setujui oleh beberapa orang.

Facebook, Twitter dan Instagram memberi kenyamanan dengan memudahkan kita dalam penyaringan pesan yang ingin kita ketahui. Jika kita tidak menyukainya, kita bisa menghapusnya. Sekarang sudah banyak media sosial yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan siapa saja yang bisa terhubung dengan kita dan memilih gagasan yang kita inginkan saja. Pada akhirnya, ini mengarah pada momen keputusan, seruan untuk bertindak di mana kita memutuskan apakah kita ingin tinggal di ruang gema virtual atau terlibat dalam wacana sehat dengan orang-orang yang dapat menantang dan memperluas gagasan kita.

-Semoga Bermanfaat-
Editor : Naf/Uml

Mahasiswi STT Nurul Fikri di Tokyo, Jepang


 Mahasiswi STT Nurul Fikri di Tokyo, Jepang

Siapa yang tak kenal dengan Negeri Sakura itu?

         Ketika diumumkan bahwa kegiatan openSUSE.Asia Summit 2017 di Jepang, saya langsung berfikir “Kesempatan untuk bertemu dengan para pengguna, pengembang serta komunitas openSUSE dari berbagai macam negara dan berkunjung ke Tokyo, Jepang.”
           Pendaftaran “Call of Paper” untuk menjadi salah pembicara pada acara tersebut dibuka pada Tanggal 7 Juli dan batas pengumpulan terakhir pada 14 Agustus 2017. Selama masa pendaftaran tersebut, rasanya ingin mengumpulkan (submit) ide, namun ada rasa bimbang dalam hati “Apakah ide tersebut akan lolos seleksi?” dan “Apakah ide ini perlu dan menarik untuk disampaikan?”.
          Seminggu sebelum pendaftaran ditutup, terus mengecek dan membuka website pendaftaran, tapi dengan hasil kosong. Akhirnya bertanya-tanya dengan teman yang lain, namun masih satu komunitas dengan saya yaitu GliB. Mendapat dorongan untuk mendaftar dan beberapa teman sebelumnya sudah mengumpulkan idenya.
            Akhirnya saya memutuskan mengumpulkan ide pada tanggal 14 Agustus 2017, tepat pada hari terakhir pendaftaran “Call of Paper” tersebut. Saya memilih untuk membawakan materi tentang “LibreOffice”, dengan judul “Write Your Story with OpenSource”.
              Rasanya tak sabar, menunggu kabar pengumuman melalui e-mail. Pengumuman diumumkan pada tanggal 4 September 2017. Pada malam pengumuman beberapa teman bercerita telah mendapat pesan konfirmasi bahwa idenya lolos. Dalam hati “Kok saya belum ada e-mail masuk ya, apa tidak lolos?”, dan selang beberapa puluh menit kemudiansaya mendapatkan pesan masuk baru pada e-mail. Allhamdulillah, pesannya berupa konfirmasi dari Fominobu Takeyama bahwa ide saya lolos dan akan menjadi salah satu pembicara pada acara openSUSE.Asia Summit 2017 di Tokyo, Jepang.
            Sejak pemberitahuan itu saya dapatkan, saatnya mulai urus surat-surat untuk keberangkatan. Dibantu dengan Om Edwin Zakaria dan beberapa teman lainnya. Dimulai dari Passport (maklum belum punya) dan kemudian pesan tiket pesawat, penginapan dan terakhir mengurus Visa kunjungan ke negera Jepang. Setelah semuanya terurus, saatnya menyelesaikan presentasi yang akan saya bawakan pada acara tersebut.
          Bahagia rasanya bisa mengunjungi Jepang dan menjadi salah satu pembicara pada acara openSUSE. Asia Sumiit 2017. Jepang sejak dulu menjadi salah satu negara yang ingin saya kunjungi, dan akhirnya saya bisa merasakannya.
          Finally, pokoknya banyak banget pengalaman yang didapat dari acara tersebut. Kenangan-kenangan yang terjadi disana akan sulit untuk dilupakan.
Terima kasih semua untuk semuanya, terutama panitia lokal yang telah bekerja keras untuk berlangsungnya acara keren tersebut.


          Udah telat belum ya?. Pasti banyak yang bertanya-tanya, “Apa itu openSUSE. Asia Summit?”. Oh iya, sebelumnya saya ingin menjelaskan tentang openSUSE. Asia Summit. openSUSE Asia Summit adalah acara yang mempertemukan kontributor dan pengguna openSUSE. Acara yang diadakan setiap tahun ini dilaksanakan pada tiap tempat yang berbeda dimulai dan dilaksanakan selama dua hari.
                Di sini mereka bisa saling berbagi pengalaman, belajar teknologi perangkat lunak bebas dan open source, hingga bincang-bincang bebas terutama mempromosikan openSUSE di seluruh dunia dan di Indonesia khususnya, supaya semakin banyak orang yang tertarik dengan openSUSE dan berusaha jadi pengguna maupun kontributor, menyatukan pengguna openSUSE di Indonesia dan Asia untuk meningkatkan kualitas jaringan dan kolaborasi, memperluas penetrasi openSUSE di sektor bisnis dan pemerintahan, serta menginspirasi orang-orang mengenai kebebasan di dunia FLOSS.
               openSUSE.Asia Summit sudah tiga kali dilaksanakan, dan pada tahun ini akan segera terlaksana kembali. Sebelumnya, tahun 2014 di Beijing/Tiongkok kemudian tahun 2015 di Taipei, tahun 2016 dilaksanakan di Yogyakarta Indonesia tepatnya di UIN Sunan Kalijaga dan pada tahun 2017 ini dilaksanakan di Tokyo Jepang tepatnya di Universitas Komunikasi Elektro. Pada tahun 2017, kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21-22 Oktober 2017.


Sampai jumpa di tahun depan.
Senang bisa berjumpa dengan kalian!

Senin, 09 Oktober 2017

Workshop Series PKM “Validation Idea 1”

Workshop Series PKM “Validation Idea 1”


Sabtu (30/9) telah dilaksanakan Workshop PKM “Validation Idea 1” STT Terpadu Nurul Fikri, yang bertempat di Gedung B102. Workshop tersebut dihadiri oleh sejumlah mahasiswa yang telah mendaftar. Pembicara pada acara ini berasal dari Universitas Indoensia angkatan 2014, Andika Deni Prasetya. Andika merepresentasikan tentang validasi ide. Ide adalah hal pertama setelah menemukan suatu permasalahan, untuk kemudian ditindak lanjuti saat PKM dilaksanakan. Sementara itu, pengetahuan tentang validasi ide sangat diperlukan, guna mengetahui apakah ide-ide yang terpikirkan itu perlu dilakukan ke tahap selanjutnya.
Andika merupakan Founder & CEO Daur, ia membawakan slide yang menarik dan penuh inspiratif sehingga membangkitkan antusias dari para peserta. Workshop berlangsung sekitar dua jam. Pada workshop tersebut, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan masing-masing anggota pada setiap kelompok minimal empat orang.
Workshop mengharuskan peserta untuk aktif, agar peserta mudah untuk mendapatkan arahan dari materi. Dimulai dengan menentukan solusi dari suatu masalah, menuliskan faktor-faktor permasalahan sampai mendapatkan akar dari masalahnya. Kemudian peserta diminta untuk menentukan langkah awal dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Ide-ide yang telah ada, lalu dipresentasikan oleh masing-masing kelompok. Presentasi berjalan begitu kondusif, dengan beberapa tanggapan dari kelompok lain. Andika mampu membuat suasana workshop menjadi lebih hidup.
Workshop ini diadakan oleh BEM STT NF, bekerja sama dengan LPPM STT NF.  PKM itu sendiri merupakan singkatan dari Program Kreativitas Mahasiswa, yang diselenggarakan oleh Dikti. Untuk memberi ruang kepada para mahasiswa yang mempunyai kreativitas di bidang keahliannya. Dengan begitu, mahasiswa STT NF dapat dengan mudah mengembangkan ide-ide yang dimilikinya, karena PKM ini dapat dijadikan sebagai ajang agar bisa terus berkontribusi untuk Negeri.
-Semoga Bermanfaat-

Keunggulan KULIAH DI STTNF


Selasa, 06 Juni 2017

4 Cara Teknologi Berkontribusi Pada Perguruan Tinggi

Survei memberi peringkat pada negara - negara yang terbaik dalam segi pendidikannya. Di sinilah teknologi bisa membantu dalam bidang pendidikan. Negara yang terbaik pendidikan perguruan tingginya adalah Virginia. Ketika sudah berada pada jenjang pendidikan tinggi, siswa di Virginia tampaknya memiliki masa depan yang bagus.
Virginia berada pada posisi teratas dalam sebuah studi tahunan dari perusahaan keuangan SmartAsset yang membandingkan perguruan tinggi negeri dan universitas empat tahun berdasarkan tingkat kelulusan sarjana, harga bersih, pengembalian investasi 20 tahun dan rasio mahasiswa per fakultas.Tahun ini akan semakin meningkat karena negara ini telah memanfaatkan teknologi bagi siswa dalam sistem pembelajarannya.
Berikut ini beberapa sistem pendidikan yang digunakan pada perguruan tinggi di Virginia :
1. Kursus TI yang sedang Tren
Pekerjaan cybersecurity sangat diminati, dan universitas di Virginia telah berhasil dalam memberikan pengalaman langsung. Sebuah artikel di Universities.com mengatakan, dengan kelas di sore hari, program ini sangat sesuai untuk para profesional teknologi mid-career. Program juga menyediakan sejumlah pengalaman langsung, termasuk tempat tinggal dimana siswa bisa menghabiskan waktu di perusahaan keamanan dunia maya. "Program George Mason berada di garis depan pendidikan cybersecurity melalui keterlibatan kami dengan komunitas area metropolitan Washington yang berkembang dan kelas penelitian kami," kata Angelos Stavrou, seorang profesor ilmu komputer GMU, dalam artikel tersebut.
2. Universitas Membina Inovasi Melalui Teknologi
GMU telah mendapat kabar baru-baru ini untuk penggunaan inovatif pencetakan 3D. WTOP melaporkan bahwa lima mahasiswa bioteknologi membuat lengan palsu buatan tangan untuk pemain biola yang berusia 10 tahun. Untuk menumbuhkan kreativitas serupa, University of Virginia di Charlottesville, Va, menciptakan sebuah inisiatif untuk mendukung kewirausahaan dan inovasi baik di dalam maupun di luar kampus. Lab universitas itu seluas 10.000 kaki persegi ruang kerja, alat pembuat dan teknologi lainnya terssedia. Dengan memanfaatkan hal ini, bersama dengan mentoring dari pakar industri, UVA berharap bahwa ruang tersebut dapat mendukung "tim multi-disiplin yang mengembangkan teknologi berdampak tinggi yang dapat menjadi basis usaha baru."
3. Kampus Bersejarah dengan Teknologi Cutting-Edge
Meskipun College of William & Mary di Williamsburg, Va, adalah universitas tertua kedua di Amerika Serikat, tidak berarti universitas tersebut tidak dapat menawarkan kepada siswa teknologi hebat. EdTech melaporkan bahwa sekolah tersebut mampu membawa akses internet ke setiap gedung di kampus. "Perguruan tinggi tersebut memasang sekitar 1.500 titik akses kabel dan nirkabel yang mendukung protokol 802.11b, g dan sebuah protokol," menurut laporan artikel tersebut. Staf IT menyembunyikan AP kabel dan nirkabel di podium tertutup dan elemen dekoratif sehingga mereka bisa memberikan akses internet di mana-mana tanpa mengorbankan sejarah kampus.
4. Ruang Terampil Teknologi Mendukung Prestasi Siswa
Virginia Tech di Blacksburg, Va, memiliki teknologi leveraged untuk meningkatkan prestasi dalam program matematika pemula dengan menciptakan Math Emporium, lab seluas 60.000 kaki persegi. EdTech melaporkan bahwa lab tersebut dilengkapi dengan lebih dari 530 iMac Apple dan tutor di tempat untuk memfasilitasi kursus matematika mandiri, studi terbuka dan kerja kelompok.

Jumat, 02 Juni 2017

TKI Mengisi Hari Libur Mereka dengan Belajar Coding


Pekerja rumah tangga Indonesia yang berada diluar negeri atau biasa disebut TKW, memiliki kesempatan untuk mendapatkan keterampilan coding, berkat kursus baru yang diselenggarakan di negara tempat mereka bekerja. Kursus pengkodean selama dua bulan ini, dijalankan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Pemerintah Indonesia, dan serupa dengan yang sudah mulai dijalankannya di Indonesia untuk ibu rumah tangga, yang disebut "Coding Mum."
Sekitar dua juta orang Indonesia berada di luar negeri sebagai pekerja rumah tangga di seluruh dunia. Sekitar 125.000 orang Indonesia dipekerjakan sebagai pekerja rumah tangga DiSingapura, Dan 151.000 di Hong Kong. Bekraf, yang memulai kelas di Singapura pada awal Januari, juga sudah memulai kelas coding di Hong Kong pada akhir pekan bulan April kemarin.
22222222
Badan tersebut berencana untuk menawarkan kursus di Malaysia, Taiwan dan Arab Saudi, namun tidak belum menyatakan kapan kelas-kelas dinegara-negara tersebut akan dimulai. Kursus ini sangat populer di Singapura dan Hong Kong lebih dari 160 orang telah mendaftarkan diri mereka untuk kursus di kedua kota tersebut. Saat ini, 10 pekerja rumah tangga telah lulus dari program studi di Singapura, dengan 10 kelas lainnya di Singapura, kata Setia Darma, seorang sukarelawan dari Coding Mum, yang merupakan koordinator kursus di Singapura. 40 lainnya sudah memulai kursus di Hong Kong pada pekan terakhir bulan April kemarin.
Belajar coding tidak mudah bagi pekerja rumah tangga ini mereka harus meluangkan waktu sebanyak tiga jam di sana pada hari libur mereka, dan tidak lupa mengerjakan pekerjaan rumah mereka di malam harinya, setelah pekerjaan rumah tangga mereka selesai. "Sebagian besar hanya bisa [ngoding] begitu tugas rumah tangga selesai dan anak-anak yang dirawat sudah tertidur," kata Darma melalui email ke Mashable .
Mereka juga harus membeli laptop mereka sendiri untuk mengikuti kelas ini, yang berasal dari gaji mereka. PRT Indonesia direkomendasikan memiliki gaji $ 550 ($ 394) per bulan di Singapura, menurut Kedutaan Besar Indonesia, sementara pekerja rumah tangga di Hong Kong mendapatkan upah minimum HKD $ 4.310 ($ 554) per bulan. Kedua Negara ini mengizinkan hari libur untuk pekerja rumah tangga.
Codingan yang mereka pelajari
Tim Coding Mum mengatakan bahwa mereka mengadaptasi kursus untuk pekerja rumah tangga, yang setara dengan anak SMA, dibandingkan dengan rata-rata pendidikan pra-universitas dan perguruan tinggi untuk ibu-ibu yang rumahan di Indonesia. Kursus Coding Mum yang asli menampilkan pengelolaan database HTML, CSS, Javascript dan SQL, namun kursus baru yang ditawarkan kepada pekerja rumah tangga telah dibagi menjadi tiga tingkat, berdasarkan pada tingkat kesulitan yang mereka hadapi.
33333333
Kelas juga lebih kecil karena intensitasnya benar-benar kursus, di mana setiap mentor masing-masing mendapat sekitar 2-4 siswa.
"Kami ingin mereka semua menjadi sukses kelasnya tidak hanya satu arah, ada banyak metode pembelajaran, dan kami benar-benar duduk bersama mereka," Darma menambahkan. "Mentor [membimbing] mereka agar mereka bisa lebih memahami konsep dan praktik pemrograman web."
Coding Mum berencana untuk merekrut lebih banyak mentor sehingga bisa memperluas setiap ukuran kelas, kata Darma. "Saya harus mengatakan ini bukan tugas yang mudah," tambahnya. "Kita perlu menemukan individu yang memiliki latar belakang TI yang relevan dan yang paling penting bersedia menjadi sukarelawan untuk membantu."
Coder yang diminati di Indonesia perusahaan lokal Go-Jek mengakuisisi dua startup India tahun lalu dalam upaya merekrut pemrogram yang berbakat di negara tersebut, sementara Uber berusaha membawa coders terampil Indonesia di AS untuk pulang ke Indonesia, menurut Wall Street Journal. Pemerintah memperkirakan bahwa jumlah lulusan Coding Mum hampir 200, dan banyak lagi pengusaha IT lainnya, sementara yang lain telah menemukan pekerjaan sebagai pengembang atau penguji beta di perusahaan teknologi Indonesia. Indonesia bertujuan untuk menambah sekitar satu juta lebih orang untuk tenaga kerja kreatifnya, yang diharapkan akan berjumlah 13 juta orang pada tahun 2019.
 

Where ?