Social Icons

RAKHA DIASRY

Pages

Senin, 09 Oktober 2017

Workshop Series PKM “Validation Idea 1”

Workshop Series PKM “Validation Idea 1”


Sabtu (30/9) telah dilaksanakan Workshop PKM “Validation Idea 1” STT Terpadu Nurul Fikri, yang bertempat di Gedung B102. Workshop tersebut dihadiri oleh sejumlah mahasiswa yang telah mendaftar. Pembicara pada acara ini berasal dari Universitas Indoensia angkatan 2014, Andika Deni Prasetya. Andika merepresentasikan tentang validasi ide. Ide adalah hal pertama setelah menemukan suatu permasalahan, untuk kemudian ditindak lanjuti saat PKM dilaksanakan. Sementara itu, pengetahuan tentang validasi ide sangat diperlukan, guna mengetahui apakah ide-ide yang terpikirkan itu perlu dilakukan ke tahap selanjutnya.
Andika merupakan Founder & CEO Daur, ia membawakan slide yang menarik dan penuh inspiratif sehingga membangkitkan antusias dari para peserta. Workshop berlangsung sekitar dua jam. Pada workshop tersebut, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan masing-masing anggota pada setiap kelompok minimal empat orang.
Workshop mengharuskan peserta untuk aktif, agar peserta mudah untuk mendapatkan arahan dari materi. Dimulai dengan menentukan solusi dari suatu masalah, menuliskan faktor-faktor permasalahan sampai mendapatkan akar dari masalahnya. Kemudian peserta diminta untuk menentukan langkah awal dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Ide-ide yang telah ada, lalu dipresentasikan oleh masing-masing kelompok. Presentasi berjalan begitu kondusif, dengan beberapa tanggapan dari kelompok lain. Andika mampu membuat suasana workshop menjadi lebih hidup.
Workshop ini diadakan oleh BEM STT NF, bekerja sama dengan LPPM STT NF.  PKM itu sendiri merupakan singkatan dari Program Kreativitas Mahasiswa, yang diselenggarakan oleh Dikti. Untuk memberi ruang kepada para mahasiswa yang mempunyai kreativitas di bidang keahliannya. Dengan begitu, mahasiswa STT NF dapat dengan mudah mengembangkan ide-ide yang dimilikinya, karena PKM ini dapat dijadikan sebagai ajang agar bisa terus berkontribusi untuk Negeri.
-Semoga Bermanfaat-

Keunggulan KULIAH DI STTNF


Selasa, 06 Juni 2017

4 Cara Teknologi Berkontribusi Pada Perguruan Tinggi

Survei memberi peringkat pada negara - negara yang terbaik dalam segi pendidikannya. Di sinilah teknologi bisa membantu dalam bidang pendidikan. Negara yang terbaik pendidikan perguruan tingginya adalah Virginia. Ketika sudah berada pada jenjang pendidikan tinggi, siswa di Virginia tampaknya memiliki masa depan yang bagus.
Virginia berada pada posisi teratas dalam sebuah studi tahunan dari perusahaan keuangan SmartAsset yang membandingkan perguruan tinggi negeri dan universitas empat tahun berdasarkan tingkat kelulusan sarjana, harga bersih, pengembalian investasi 20 tahun dan rasio mahasiswa per fakultas.Tahun ini akan semakin meningkat karena negara ini telah memanfaatkan teknologi bagi siswa dalam sistem pembelajarannya.
Berikut ini beberapa sistem pendidikan yang digunakan pada perguruan tinggi di Virginia :
1. Kursus TI yang sedang Tren
Pekerjaan cybersecurity sangat diminati, dan universitas di Virginia telah berhasil dalam memberikan pengalaman langsung. Sebuah artikel di Universities.com mengatakan, dengan kelas di sore hari, program ini sangat sesuai untuk para profesional teknologi mid-career. Program juga menyediakan sejumlah pengalaman langsung, termasuk tempat tinggal dimana siswa bisa menghabiskan waktu di perusahaan keamanan dunia maya. "Program George Mason berada di garis depan pendidikan cybersecurity melalui keterlibatan kami dengan komunitas area metropolitan Washington yang berkembang dan kelas penelitian kami," kata Angelos Stavrou, seorang profesor ilmu komputer GMU, dalam artikel tersebut.
2. Universitas Membina Inovasi Melalui Teknologi
GMU telah mendapat kabar baru-baru ini untuk penggunaan inovatif pencetakan 3D. WTOP melaporkan bahwa lima mahasiswa bioteknologi membuat lengan palsu buatan tangan untuk pemain biola yang berusia 10 tahun. Untuk menumbuhkan kreativitas serupa, University of Virginia di Charlottesville, Va, menciptakan sebuah inisiatif untuk mendukung kewirausahaan dan inovasi baik di dalam maupun di luar kampus. Lab universitas itu seluas 10.000 kaki persegi ruang kerja, alat pembuat dan teknologi lainnya terssedia. Dengan memanfaatkan hal ini, bersama dengan mentoring dari pakar industri, UVA berharap bahwa ruang tersebut dapat mendukung "tim multi-disiplin yang mengembangkan teknologi berdampak tinggi yang dapat menjadi basis usaha baru."
3. Kampus Bersejarah dengan Teknologi Cutting-Edge
Meskipun College of William & Mary di Williamsburg, Va, adalah universitas tertua kedua di Amerika Serikat, tidak berarti universitas tersebut tidak dapat menawarkan kepada siswa teknologi hebat. EdTech melaporkan bahwa sekolah tersebut mampu membawa akses internet ke setiap gedung di kampus. "Perguruan tinggi tersebut memasang sekitar 1.500 titik akses kabel dan nirkabel yang mendukung protokol 802.11b, g dan sebuah protokol," menurut laporan artikel tersebut. Staf IT menyembunyikan AP kabel dan nirkabel di podium tertutup dan elemen dekoratif sehingga mereka bisa memberikan akses internet di mana-mana tanpa mengorbankan sejarah kampus.
4. Ruang Terampil Teknologi Mendukung Prestasi Siswa
Virginia Tech di Blacksburg, Va, memiliki teknologi leveraged untuk meningkatkan prestasi dalam program matematika pemula dengan menciptakan Math Emporium, lab seluas 60.000 kaki persegi. EdTech melaporkan bahwa lab tersebut dilengkapi dengan lebih dari 530 iMac Apple dan tutor di tempat untuk memfasilitasi kursus matematika mandiri, studi terbuka dan kerja kelompok.

Jumat, 02 Juni 2017

TKI Mengisi Hari Libur Mereka dengan Belajar Coding


Pekerja rumah tangga Indonesia yang berada diluar negeri atau biasa disebut TKW, memiliki kesempatan untuk mendapatkan keterampilan coding, berkat kursus baru yang diselenggarakan di negara tempat mereka bekerja. Kursus pengkodean selama dua bulan ini, dijalankan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Pemerintah Indonesia, dan serupa dengan yang sudah mulai dijalankannya di Indonesia untuk ibu rumah tangga, yang disebut "Coding Mum."
Sekitar dua juta orang Indonesia berada di luar negeri sebagai pekerja rumah tangga di seluruh dunia. Sekitar 125.000 orang Indonesia dipekerjakan sebagai pekerja rumah tangga DiSingapura, Dan 151.000 di Hong Kong. Bekraf, yang memulai kelas di Singapura pada awal Januari, juga sudah memulai kelas coding di Hong Kong pada akhir pekan bulan April kemarin.
22222222
Badan tersebut berencana untuk menawarkan kursus di Malaysia, Taiwan dan Arab Saudi, namun tidak belum menyatakan kapan kelas-kelas dinegara-negara tersebut akan dimulai. Kursus ini sangat populer di Singapura dan Hong Kong lebih dari 160 orang telah mendaftarkan diri mereka untuk kursus di kedua kota tersebut. Saat ini, 10 pekerja rumah tangga telah lulus dari program studi di Singapura, dengan 10 kelas lainnya di Singapura, kata Setia Darma, seorang sukarelawan dari Coding Mum, yang merupakan koordinator kursus di Singapura. 40 lainnya sudah memulai kursus di Hong Kong pada pekan terakhir bulan April kemarin.
Belajar coding tidak mudah bagi pekerja rumah tangga ini mereka harus meluangkan waktu sebanyak tiga jam di sana pada hari libur mereka, dan tidak lupa mengerjakan pekerjaan rumah mereka di malam harinya, setelah pekerjaan rumah tangga mereka selesai. "Sebagian besar hanya bisa [ngoding] begitu tugas rumah tangga selesai dan anak-anak yang dirawat sudah tertidur," kata Darma melalui email ke Mashable .
Mereka juga harus membeli laptop mereka sendiri untuk mengikuti kelas ini, yang berasal dari gaji mereka. PRT Indonesia direkomendasikan memiliki gaji $ 550 ($ 394) per bulan di Singapura, menurut Kedutaan Besar Indonesia, sementara pekerja rumah tangga di Hong Kong mendapatkan upah minimum HKD $ 4.310 ($ 554) per bulan. Kedua Negara ini mengizinkan hari libur untuk pekerja rumah tangga.
Codingan yang mereka pelajari
Tim Coding Mum mengatakan bahwa mereka mengadaptasi kursus untuk pekerja rumah tangga, yang setara dengan anak SMA, dibandingkan dengan rata-rata pendidikan pra-universitas dan perguruan tinggi untuk ibu-ibu yang rumahan di Indonesia. Kursus Coding Mum yang asli menampilkan pengelolaan database HTML, CSS, Javascript dan SQL, namun kursus baru yang ditawarkan kepada pekerja rumah tangga telah dibagi menjadi tiga tingkat, berdasarkan pada tingkat kesulitan yang mereka hadapi.
33333333
Kelas juga lebih kecil karena intensitasnya benar-benar kursus, di mana setiap mentor masing-masing mendapat sekitar 2-4 siswa.
"Kami ingin mereka semua menjadi sukses kelasnya tidak hanya satu arah, ada banyak metode pembelajaran, dan kami benar-benar duduk bersama mereka," Darma menambahkan. "Mentor [membimbing] mereka agar mereka bisa lebih memahami konsep dan praktik pemrograman web."
Coding Mum berencana untuk merekrut lebih banyak mentor sehingga bisa memperluas setiap ukuran kelas, kata Darma. "Saya harus mengatakan ini bukan tugas yang mudah," tambahnya. "Kita perlu menemukan individu yang memiliki latar belakang TI yang relevan dan yang paling penting bersedia menjadi sukarelawan untuk membantu."
Coder yang diminati di Indonesia perusahaan lokal Go-Jek mengakuisisi dua startup India tahun lalu dalam upaya merekrut pemrogram yang berbakat di negara tersebut, sementara Uber berusaha membawa coders terampil Indonesia di AS untuk pulang ke Indonesia, menurut Wall Street Journal. Pemerintah memperkirakan bahwa jumlah lulusan Coding Mum hampir 200, dan banyak lagi pengusaha IT lainnya, sementara yang lain telah menemukan pekerjaan sebagai pengembang atau penguji beta di perusahaan teknologi Indonesia. Indonesia bertujuan untuk menambah sekitar satu juta lebih orang untuk tenaga kerja kreatifnya, yang diharapkan akan berjumlah 13 juta orang pada tahun 2019.

Rabu, 31 Mei 2017

Robot Hand Ini Dikendalikan Langsung Dari Otak, Membantu Penderita Stroke

Sebuah tim ilmuwan dari Washington University School of Medicine di St. Louis membuktikan ilmu robotika ternyata sangat berguna untuk kesehatan dan membantu penyembuhan pasien. Utamanya pasien stroke yang sedang mengalami kelumpuhan di tangannya.
Tim ini membuat alat dengan nama Ipsihand, dan diklaim dapat membantu rehabilitasi stroke berjalan lebih cepat. Untuk penelitian mereka, para periset bertanya kepada 13 orang yang sebelumnya memiliki stroke enam bulan atau lebih untuk memakai tangan bionik dan “topi elektroda” di kepala mereka. Topi elektroda inilah yang menangkap sinyal langsung dari otak untuk menggerakan tangan robot atau bionik tadi.
Profesor ahli bedah saraf Eric Leuthardt, menemukan bahwa sinyal listrik yang mengindikasikan gerakan pada otot. Sinyal tersebut bertanggung jawab untuk mengaktifkan sisi lain otak Anda, yang menyebabkan gerakan sebenarnya. Pada pasien stroke, sinyal awal tersesat di ether, karena bagian yang coba diaktivasi tidak berfungsi lagi. Dari sanalah alat Ipsihand ini masuk dan membantu sampai ke otot tangan bionik.
Dari 13 subjek, sudah 10 orang yang mampu menyelesaikan 12 minggu pengujian seperti memungut balok, membangun menara, dan memasang tabung. Selama tes tersebut, tim menemukan bahwa setiap pasien menunjukkan penilaian yang semakin baik dan signifikan. Alhasil, dengan waktu dan latihan, semoga alat ini memang bisa membantu para pasien agar bisa lebih cepat dalam proses penyembuhan.
Bagaimana keren dan luar biasa ya, berharap kedepeannya Mahasiswa dan Mahasiswi di STT Terpadu Nurul Fikri bisa membuat hal yang Inovatif dan Kreatif. Aamiin. Sekian.

Meet and Greet Andara Batch 2

Andara Tech Community adalah salah satu Komunitas IT yang ada di Kampus Nurul Fikri. Setelah dilaksanakannya Meet and Greet Andara batch 1 yang sukses dilaksanakan pada tanggal 24 November tahun 2016 kemarin, kali ini Andara Tech Community akan mengadakan Meet and Greet Andara batch 2. Acara ini akan dilaksanakan pada hari Jumat, 02 Juni 2017 bertempat di Auditorium PPSDMS Nurul Fikri yang beralamat di Jl. Lenteng Agung No. 20 Jakarta Selatan.
Dalam acara meet and greet kali ini, Andara Tech Community akan bekerjasama dengan RTIK Kota Depok. Acara ini akan dihadiri oleh Bapak Indra Hermawan,S.Kom,M.Kom selaku Pembina Andara Tech Community, CEO Andara Tech Community yaitu Suranto,S.Kom dan Irfan Prasetyo,S.Kom, Pengurus RTIK Kota Depok dan CEO htp.co.id, dan juga seluruh anggota Andara Tech Community.
Selain acara meet and greet yang dihadiri oleh orang-orang yang luar biasa, di acara ini pun akan diadakan nonton bareng film Lentera Maya, yang pastinya film ini sangat menginspirasi. Dan juga akan ada buka bersama antar anggota Andara Tech Community karena acara dimulai dari pukul 15.30 sampai pukul 18.00. Acara meet and greet ini sebagai ajang silaturahmi dan juga sebagai syukuran dari keberhasilan yang sudah diraih oleh Andara Tech Community selama ini. Alhamdulillah Andara Tech Community selalu menang dan menyandang gelar juara setiap lomba yang mereka ikuti. Dan juga Andara Tech Community sudah memilki produk andalan yaitu “TrashPedia” yang sangat berguna di masyarakat dan selalu menang di semua kompetisi yang mereka ikuti. Andara Tech Community pun sudah banyak bekerjasama dengan komunitas-komunitas yang ada.
Acara ini diwajibkan untuk anggota Andara Tech Community Kampus Nurul Fikri. Dengan hadir di acara ini, kamu akan mendapatkan makan dan minuman untuk berbuka puasa, doorprize, jaringan dan teman baru, inspirasi dan ilmu baru yang bermanfaat. Acara ini 100% gratis tetapi kuota terbatas hanya akan disediakan 50-70 porsi untuk berbuka puasa.

Kamis, 27 April 2017

Aku Malu Menjadi Mahasiswa Beastudi Full S1 di STT Nurul Fikri


Kenalin, nama lengkap aku Umul Sidikoh biasanya orang-orang panggil dengan sebutan Umul. Bisa dibilang, salah satu mahasiswa yang masih berumur sangat muda, karena di umur 19 tahun sudah memasuki semester 6 di STT Nurul Fikri. Aku lahir di Tangerang, 13 Mei 1997. Tempat tinggal aku masih di Tangerang, cuma sekarang udah mulai nge-kost di daerah Depok. Cita-cita aku sih jadi pengusaha karena sifatnya fleksibel dan tidak dituntut oleh atasan, dan menjadi penulis buku atau novel. Hobi aku pertama menulis, yang lainnya olahraga, travelling, touring, baca-baca. Kalo ditanya tentang motto hidup, ya aku jawabnya " Lakukanlah yang terbaik, atau tidak sama sekali ( Do be The Best, or Nothing) ".
Berlatar belakang Siswa SMA jurusan IPA, di salah satu Sekolah Negeri di Kota Tangerang. Sejak SMA, pelajaran yang paling disuka yaitu Kimia (Chemistry). Entah, padahal itu pelajaran lumayan sulit, dimana harus hafal ikatan-ikatan kimia, yang pasti bukan ikatan aku dan kamu *eh. Namanya juga SMA Negeri, ya pastinya pas lulus SMA maunya juga kuliah di Universitas/Kampus Negeri. Dari SD-SMA memang Sekolahnya Negeri, makanya ingin nantinya Kuliah Negeri juga. Sekolah Dasar di SDN BOJONG 04, Sekolah Menengah Pertama di MTSN Cipondoh Tangerang, dan Sekolah Menengah Atas di SMAN 9 Tangerang.
Menjelang Ujian Nasional (UN) formulir pendaftaran dan kelengkapan berkas untuk mendaftar di kampus-kampus favorit-pun disiapkan, dan pilihan jurusan pastinya jurusan kimia. Berniat menjadi seorang kimia analyst, biar bisa menemukan ramuan anti galau (eh salah, biar kesukaan terhadap pelajaran kimia lebih tersalurkan dan juga lebih dalam lagi ilmunya).
Daftar melalui jalur SNMPTN, yaitu lewat nilai Raport. Namun belum menjadi rezeki aku. Dan akhirnya mencoba dijalur SBMPTN, dan ternyata masih belum lolos juga. Melihat teman-teman pada lolos di PTN, rasanya hati gundah gulana. Tidak cuma sampai disitu, tiap PTN punya jalur untuk penerimaan mahasiswa barunya. Misalnya di Universitas Indonesia (UI) ada SIMAK UI dan dikampus lainnya tidak jauh beda. Dan akhirnya aku mencoba di UIN Syarif Hidayatullah, berangkat bareng-bareng sama temen-temen SMA. Pas di pengumuman kelulusan, kenapa mereka lolos seleksi dan aku engga? Sempet ngedrop perihal masuk PTN tersebut, dana akhirnya berniat untuk mengikuti tes di tahun berikutnya saja.
Oke, selang beberapa bulan lulus. Tidak kuliah, rasanya jadi manusia engga jelas dirumah. Dan tiba-tiba dapet info dari salah satu Ustadz, ada Beasiswa Studi Berprestasi di STT Nurul Fikri, Depok. Dan aku berfikir, mungkin ini salah satu jawaban do’a aku selama ini.
Tanpa berfikir dengan waktu yang lama, berkas-berkas yang merupakan syarat untuk lolos jadi mahasiswa BEASTUDI pun dipersiapkan. Oke, and then itu pertama kalinya ke Depok sendirian untuk serah berkas ke kampus. Selang beberapa hari, ternyata buka website nurulfikri.ac.id aku lolos seleksi berkas. Langkah selanjutnya dari seleksi berkas adalah seleksi akademik dan seleksi wawancara.
Sempat kaget sih, anak IPA tiba-tiba ketika seleksi akademik ternyata soal-soalnya jauh berbeda dengan pelajaran di SMA dahulu. Waktu tes wawancara diselingi dengan tes baca Qur’an, masih inget banget dulu yang tes Bapak Mgs Hendri (Alm), semoga beliau bahagia di Surga-Nya sekarang. Aamiin.
Langsung ke intinya, akhirnya aku Umul Sidikoh lolos Beastudi Penuh S1 di Kampus STT Terpadu Nurul Fikri. Pokoknya bersyukur banget, ternyata Allah punya jalan-Nya sendiri biar aku bisa kuliah dan engga gundah gulana. Disaat orang-orang pusing mikirin biaya kuliah yang katanya melangit, aku udah engga pusing mikirin hal itu, yang penting aku bisa kontribusi dan jalanin apa yang ada pada surat perjanjian Beasiswa Penuh S1 tersebut.
Awalnya aku bangga, dengan beasiswa yang aku dapatkan itu. Tapi semenjak masuk ke dunia perkuliahan, kok aku malah malu menerima beasiswa tersebut. Kesannya aku ngerasa berbeda dengan teman-teman lainnya yang bisa biaya kuliah dengan bayaran mereka sendiri. Mulai dari ngumpul-ngumpul, ngerjain tugas, ngobrol asik, dsb. Seperti ada kubu tersendiri dengan mahasiswa regular biasa dan mahasiswa beastudi.
Akhirnya kesan tak nyaman pun terasa, aku ngerasa perbedaan itu mulai muncul. Entah, apa yang melandasi hal itu sehingga timbul kubu-kubu seperti itu. Nah aku malah engga mau ambil pusing perihal hal-hal kaya gitu, jadi mulai di abaikan. Memang niatnya dikampus untuk kuliah, menimba ilmu dan berprestasi. Kenapa harus malu jadi Mahasiwa/i Beastudi? Sedangkan kamu sudah dijamin untuk kuliah tanpa harus memikirkan biaya kuliah yang kini melangit. Seharus kamu-kamu yang mendapatkan kesempatan itu, bersyukur. Karena banyak dari teman-teman kalian, yang kuliah hanya menjadi angan-angan mereka. Dan sekarang, ketika diberikan kesempatan untuk kuliah, maka maksimalkan kesempatan itu.
Di STT ada beberapa jabatan dan organisasi yang udah aku pilih dan laksanakan. Tahun 2015, aku menjabat sebagai staff Departemen Kemuslimahan LDK SENADA STT NF dan merangkap jabatan sebagai Staff Pendidikan & Keilmuan BEM STT NF 2015, aku pernah menjadi salah satu pegurus terbaik periode September-Oktober BEM STT NF 2015. Di tahun 2016, aku dapet amanah menjadi Kepala Komisi (III) Kelembagaan dan Kaderisasi DPM STT NF 2016. Dan di tahun 2017 ini, aku masih melanjutkan amanah di DPM, yaitu Kepala Komisi Kaderisasi Dewan SANUBARI DPM STT NF 2017.
Pada bulan Mei 2015, aku pernah menjadi Volunteer (Sukarelawan) di acara se-Asia yaitu GNOME. Asia Summit 2015. Dan karena acara itu penyelenggaranya dari Komunitas GLiB (GNU/Linux Bogor), aku akhirnya gabung di komunitas itu sampai sekarang.
Dan pada bulan Agustus 2015, aku jadi perwakilan kampus pada acara Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional yang dilaksanakan oleh Kemenristek Dikti tiap dua tahun sekali. Aku mewakili kampus pada cabang lomba Tilawatil Qur’an, dan masa karantina 8 hari di Makara Universitas Indonesia selama pelaksanaan lomba berlangsung.
Dan diakhir 2015, tepatnya pada bulan November. Aku mendapatkan tugas sebagai Ketua Pelaksana acara Seminar Teknologi, dimana pada acara tersebut mampu menghadirkan perwakilan dari Kominfo yaitu Pak Bambang (biasa di sapa dengan Pak Ibenk) dan StartUp E-fishery.
Pada bulan Oktober 2016, aku menjadi salah satu pembicara di acara Se-Asia yaitu OpenSUSE Asia Summit 2016, yang bertempat di Jogja. Mengangkat judul pada presentasi yang disampaikan yaitu “Women Contribution In Technology Era’s”.
Dan di tahun 2016, aku menjadi salah satu Ambassador Kampus, yaitu Baidu Campus Ambassador Batch 2. Bukan hanya itu, karena kegemaran aku dalam menulis. Pernah menjadi salah satu penulis pada tahun 2016 di Technomuslim.com dan sekarang sedang menjadi penulis paruh waktu pada salah satu dosen di kampus. Dan ketika semester 4, aku pernah menjadi Asistan Dosen Lab pada mata kuliah Basis Data 1.
Pada rilis BlankOn X Tambora, aku sebagai salah satu Tim Dokumentasi pada rilis tersebut. BlankOn apa? Itu salah satu Operating System Opensource karya para pemuda Indonesia.
Di tahun 2017 ini belum ada hal-hal berkesan dan menarik. Sekarang aku lagi sibuk mengerjakan skripsi, karena aku pengen lulus 3,5 tahun. Target aku yaitu umur 20 tahun udah punya gelar S.Kom. Setiap orang punya mimpinya masing-masing, ya salah satu mimpi aku itu. Kalo punya mimpi, yang dibuat target, dilaksanakan, jangan cuma sekedar mimpi dan angan-angan. Dan jangan lupa, do’anya juga diperkuat, karena penentu akhir dari Kuasa-Nya.
Jangan malu, kamu jangan jadi mahasiswa apa adanya. Tapi jadi mahasiswa yang ada apanya ( punya keahlian atau prestasi khusus, karena masa muda tidak bisa diulang kembali). Mahasiswa regular biasa, maupun mahasiswa beastudi, kalian semua sama. Tidak ada perbedaan derajat, terkadang hanya diri kalian yang membuat perbedaan tersebut.
Mulai-lah beraksi, dan jadikan hidup yang berarti..
 

Where ?