Social Icons

RAKHA DIASRY

Pages

Jumat, 10 November 2017

Mahasiswi STT Nurul Fikri di Tokyo, Jepang


 Mahasiswi STT Nurul Fikri di Tokyo, Jepang

Siapa yang tak kenal dengan Negeri Sakura itu?

         Ketika diumumkan bahwa kegiatan openSUSE.Asia Summit 2017 di Jepang, saya langsung berfikir “Kesempatan untuk bertemu dengan para pengguna, pengembang serta komunitas openSUSE dari berbagai macam negara dan berkunjung ke Tokyo, Jepang.”
           Pendaftaran Call of Paperuntuk menjadi salah pembicara pada acara tersebut dibuka pada Tanggal 7 Juli dan batas pengumpulan terakhir pada 14 Agustus 2017. Selama masa pendaftaran tersebut, rasanya ingin mengumpulkan (submit) ide, namun ada rasa bimbang dalam hati “Apakah ide tersebut akan lolos seleksi?” dan “Apakah ide ini perlu dan menarik untuk disampaikan?”.
          Seminggu sebelum pendaftaran ditutup, terus mengecek dan membuka website pendaftaran, tapi dengan hasil kosong. Akhirnya bertanya-tanya dengan teman yang lain, namun masih satu komunitas dengan saya yaitu GliB. Mendapat dorongan untuk mendaftar dan beberapa teman sebelumnya sudah mengumpulkan idenya.
            Akhirnya saya memutuskan mengumpulkan ide pada tanggal 14 Agustus 2017, tepat pada hari terakhir pendaftaran “Call of Paper” tersebut. Saya memilih untuk membawakan materi tentang LibreOffice”, dengan judul Write Your Story with OpenSource”.
              Rasanya tak sabar, menunggu kabar pengumuman melalui e-mail. Pengumuman diumumkan pada tanggal 4 September 2017. Pada malam pengumuman beberapa teman bercerita telah mendapat pesan konfirmasi bahwa idenya lolos. Dalam hati “Kok saya belum ada e-mail masuk ya, apa tidak lolos?”, dan selang beberapa puluh menit kemudiansaya mendapatkan pesan masuk baru pada e-mail. Allhamdulillah, pesannya berupa konfirmasi dari Fominobu Takeyama bahwa ide saya lolos dan akan menjadi salah satu pembicara pada acara openSUSE.Asia Summit 2017 di Tokyo, Jepang.
            Sejak pemberitahuan itu saya dapatkan, saatnya mulai urus surat-surat untuk keberangkatan. Dibantu dengan Om Edwin Zakaria dan beberapa teman lainnya. Dimulai dari Passport (maklum belum punya) dan kemudian pesan tiket pesawat, penginapan dan terakhir mengurus Visa kunjungan ke negera Jepang. Setelah semuanya terurus, saatnya menyelesaikan presentasi yang akan saya bawakan pada acara tersebut.
          Bahagia rasanya bisa mengunjungi Jepang dan menjadi salah satu pembicara pada acara openSUSE. Asia Sumiit 2017. Jepang sejak dulu menjadi salah satu negara yang ingin saya kunjungi, dan akhirnya saya bisa merasakannya.
          Finally, pokoknya banyak banget pengalaman yang didapat dari acara tersebut. Kenangan-kenangan yang terjadi disana akan sulit untuk dilupakan.
Terima kasih semua untuk semuanya, terutama panitia lokal yang telah bekerja keras untuk berlangsungnya acara keren tersebut.


          Udah telat belum ya?. Pasti banyak yang bertanya-tanya, “Apa itu openSUSE. Asia Summit?”. Oh iya, sebelumnya saya ingin menjelaskan tentang openSUSE. Asia Summit. openSUSE Asia Summit adalah acara yang mempertemukan kontributor dan pengguna openSUSE. Acara yang diadakan setiap tahun ini dilaksanakan pada tiap tempat yang berbeda dimulai dan dilaksanakan selama dua hari.
                Di sini mereka bisa saling berbagi pengalaman, belajar teknologi perangkat lunak bebas dan open source, hingga bincang-bincang bebas terutama mempromosikan openSUSE di seluruh dunia dan di Indonesia khususnya, supaya semakin banyak orang yang tertarik dengan openSUSE dan berusaha jadi pengguna maupun kontributor, menyatukan pengguna openSUSE di Indonesia dan Asia untuk meningkatkan kualitas jaringan dan kolaborasi, memperluas penetrasi openSUSE di sektor bisnis dan pemerintahan, serta menginspirasi orang-orang mengenai kebebasan di dunia FLOSS.
               openSUSE.Asia Summit sudah tiga kali dilaksanakan, dan pada tahun ini akan segera terlaksana kembali. Sebelumnya, tahun 2014 di Beijing/Tiongkok kemudian tahun 2015 di Taipei, tahun 2016 dilaksanakan di Yogyakarta Indonesia tepatnya di UIN Sunan Kalijaga dan pada tahun 2017 ini dilaksanakan di Tokyo Jepang tepatnya di Universitas Komunikasi Elektro. Pada tahun 2017, kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21-22 Oktober 2017.


Sampai jumpa di tahun depan.
Senang bisa berjumpa dengan kalian!

Senin, 09 Oktober 2017

Workshop Series PKM “Validation Idea 1”

Workshop Series PKM “Validation Idea 1”


Sabtu (30/9) telah dilaksanakan Workshop PKM “Validation Idea 1” STT Terpadu Nurul Fikri, yang bertempat di Gedung B102. Workshop tersebut dihadiri oleh sejumlah mahasiswa yang telah mendaftar. Pembicara pada acara ini berasal dari Universitas Indoensia angkatan 2014, Andika Deni Prasetya. Andika merepresentasikan tentang validasi ide. Ide adalah hal pertama setelah menemukan suatu permasalahan, untuk kemudian ditindak lanjuti saat PKM dilaksanakan. Sementara itu, pengetahuan tentang validasi ide sangat diperlukan, guna mengetahui apakah ide-ide yang terpikirkan itu perlu dilakukan ke tahap selanjutnya.
Andika merupakan Founder & CEO Daur, ia membawakan slide yang menarik dan penuh inspiratif sehingga membangkitkan antusias dari para peserta. Workshop berlangsung sekitar dua jam. Pada workshop tersebut, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan masing-masing anggota pada setiap kelompok minimal empat orang.
Workshop mengharuskan peserta untuk aktif, agar peserta mudah untuk mendapatkan arahan dari materi. Dimulai dengan menentukan solusi dari suatu masalah, menuliskan faktor-faktor permasalahan sampai mendapatkan akar dari masalahnya. Kemudian peserta diminta untuk menentukan langkah awal dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Ide-ide yang telah ada, lalu dipresentasikan oleh masing-masing kelompok. Presentasi berjalan begitu kondusif, dengan beberapa tanggapan dari kelompok lain. Andika mampu membuat suasana workshop menjadi lebih hidup.
Workshop ini diadakan oleh BEM STT NF, bekerja sama dengan LPPM STT NF.  PKM itu sendiri merupakan singkatan dari Program Kreativitas Mahasiswa, yang diselenggarakan oleh Dikti. Untuk memberi ruang kepada para mahasiswa yang mempunyai kreativitas di bidang keahliannya. Dengan begitu, mahasiswa STT NF dapat dengan mudah mengembangkan ide-ide yang dimilikinya, karena PKM ini dapat dijadikan sebagai ajang agar bisa terus berkontribusi untuk Negeri.
-Semoga Bermanfaat-

Keunggulan KULIAH DI STTNF


Selasa, 06 Juni 2017

4 Cara Teknologi Berkontribusi Pada Perguruan Tinggi

Survei memberi peringkat pada negara - negara yang terbaik dalam segi pendidikannya. Di sinilah teknologi bisa membantu dalam bidang pendidikan. Negara yang terbaik pendidikan perguruan tingginya adalah Virginia. Ketika sudah berada pada jenjang pendidikan tinggi, siswa di Virginia tampaknya memiliki masa depan yang bagus.
Virginia berada pada posisi teratas dalam sebuah studi tahunan dari perusahaan keuangan SmartAsset yang membandingkan perguruan tinggi negeri dan universitas empat tahun berdasarkan tingkat kelulusan sarjana, harga bersih, pengembalian investasi 20 tahun dan rasio mahasiswa per fakultas.Tahun ini akan semakin meningkat karena negara ini telah memanfaatkan teknologi bagi siswa dalam sistem pembelajarannya.
Berikut ini beberapa sistem pendidikan yang digunakan pada perguruan tinggi di Virginia :
1. Kursus TI yang sedang Tren
Pekerjaan cybersecurity sangat diminati, dan universitas di Virginia telah berhasil dalam memberikan pengalaman langsung. Sebuah artikel di Universities.com mengatakan, dengan kelas di sore hari, program ini sangat sesuai untuk para profesional teknologi mid-career. Program juga menyediakan sejumlah pengalaman langsung, termasuk tempat tinggal dimana siswa bisa menghabiskan waktu di perusahaan keamanan dunia maya. "Program George Mason berada di garis depan pendidikan cybersecurity melalui keterlibatan kami dengan komunitas area metropolitan Washington yang berkembang dan kelas penelitian kami," kata Angelos Stavrou, seorang profesor ilmu komputer GMU, dalam artikel tersebut.
2. Universitas Membina Inovasi Melalui Teknologi
GMU telah mendapat kabar baru-baru ini untuk penggunaan inovatif pencetakan 3D. WTOP melaporkan bahwa lima mahasiswa bioteknologi membuat lengan palsu buatan tangan untuk pemain biola yang berusia 10 tahun. Untuk menumbuhkan kreativitas serupa, University of Virginia di Charlottesville, Va, menciptakan sebuah inisiatif untuk mendukung kewirausahaan dan inovasi baik di dalam maupun di luar kampus. Lab universitas itu seluas 10.000 kaki persegi ruang kerja, alat pembuat dan teknologi lainnya terssedia. Dengan memanfaatkan hal ini, bersama dengan mentoring dari pakar industri, UVA berharap bahwa ruang tersebut dapat mendukung "tim multi-disiplin yang mengembangkan teknologi berdampak tinggi yang dapat menjadi basis usaha baru."
3. Kampus Bersejarah dengan Teknologi Cutting-Edge
Meskipun College of William & Mary di Williamsburg, Va, adalah universitas tertua kedua di Amerika Serikat, tidak berarti universitas tersebut tidak dapat menawarkan kepada siswa teknologi hebat. EdTech melaporkan bahwa sekolah tersebut mampu membawa akses internet ke setiap gedung di kampus. "Perguruan tinggi tersebut memasang sekitar 1.500 titik akses kabel dan nirkabel yang mendukung protokol 802.11b, g dan sebuah protokol," menurut laporan artikel tersebut. Staf IT menyembunyikan AP kabel dan nirkabel di podium tertutup dan elemen dekoratif sehingga mereka bisa memberikan akses internet di mana-mana tanpa mengorbankan sejarah kampus.
4. Ruang Terampil Teknologi Mendukung Prestasi Siswa
Virginia Tech di Blacksburg, Va, memiliki teknologi leveraged untuk meningkatkan prestasi dalam program matematika pemula dengan menciptakan Math Emporium, lab seluas 60.000 kaki persegi. EdTech melaporkan bahwa lab tersebut dilengkapi dengan lebih dari 530 iMac Apple dan tutor di tempat untuk memfasilitasi kursus matematika mandiri, studi terbuka dan kerja kelompok.

Jumat, 02 Juni 2017

TKI Mengisi Hari Libur Mereka dengan Belajar Coding


Pekerja rumah tangga Indonesia yang berada diluar negeri atau biasa disebut TKW, memiliki kesempatan untuk mendapatkan keterampilan coding, berkat kursus baru yang diselenggarakan di negara tempat mereka bekerja. Kursus pengkodean selama dua bulan ini, dijalankan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Pemerintah Indonesia, dan serupa dengan yang sudah mulai dijalankannya di Indonesia untuk ibu rumah tangga, yang disebut "Coding Mum."
Sekitar dua juta orang Indonesia berada di luar negeri sebagai pekerja rumah tangga di seluruh dunia. Sekitar 125.000 orang Indonesia dipekerjakan sebagai pekerja rumah tangga DiSingapura, Dan 151.000 di Hong Kong. Bekraf, yang memulai kelas di Singapura pada awal Januari, juga sudah memulai kelas coding di Hong Kong pada akhir pekan bulan April kemarin.
22222222
Badan tersebut berencana untuk menawarkan kursus di Malaysia, Taiwan dan Arab Saudi, namun tidak belum menyatakan kapan kelas-kelas dinegara-negara tersebut akan dimulai. Kursus ini sangat populer di Singapura dan Hong Kong lebih dari 160 orang telah mendaftarkan diri mereka untuk kursus di kedua kota tersebut. Saat ini, 10 pekerja rumah tangga telah lulus dari program studi di Singapura, dengan 10 kelas lainnya di Singapura, kata Setia Darma, seorang sukarelawan dari Coding Mum, yang merupakan koordinator kursus di Singapura. 40 lainnya sudah memulai kursus di Hong Kong pada pekan terakhir bulan April kemarin.
Belajar coding tidak mudah bagi pekerja rumah tangga ini mereka harus meluangkan waktu sebanyak tiga jam di sana pada hari libur mereka, dan tidak lupa mengerjakan pekerjaan rumah mereka di malam harinya, setelah pekerjaan rumah tangga mereka selesai. "Sebagian besar hanya bisa [ngoding] begitu tugas rumah tangga selesai dan anak-anak yang dirawat sudah tertidur," kata Darma melalui email ke Mashable .
Mereka juga harus membeli laptop mereka sendiri untuk mengikuti kelas ini, yang berasal dari gaji mereka. PRT Indonesia direkomendasikan memiliki gaji $ 550 ($ 394) per bulan di Singapura, menurut Kedutaan Besar Indonesia, sementara pekerja rumah tangga di Hong Kong mendapatkan upah minimum HKD $ 4.310 ($ 554) per bulan. Kedua Negara ini mengizinkan hari libur untuk pekerja rumah tangga.
Codingan yang mereka pelajari
Tim Coding Mum mengatakan bahwa mereka mengadaptasi kursus untuk pekerja rumah tangga, yang setara dengan anak SMA, dibandingkan dengan rata-rata pendidikan pra-universitas dan perguruan tinggi untuk ibu-ibu yang rumahan di Indonesia. Kursus Coding Mum yang asli menampilkan pengelolaan database HTML, CSS, Javascript dan SQL, namun kursus baru yang ditawarkan kepada pekerja rumah tangga telah dibagi menjadi tiga tingkat, berdasarkan pada tingkat kesulitan yang mereka hadapi.
33333333
Kelas juga lebih kecil karena intensitasnya benar-benar kursus, di mana setiap mentor masing-masing mendapat sekitar 2-4 siswa.
"Kami ingin mereka semua menjadi sukses kelasnya tidak hanya satu arah, ada banyak metode pembelajaran, dan kami benar-benar duduk bersama mereka," Darma menambahkan. "Mentor [membimbing] mereka agar mereka bisa lebih memahami konsep dan praktik pemrograman web."
Coding Mum berencana untuk merekrut lebih banyak mentor sehingga bisa memperluas setiap ukuran kelas, kata Darma. "Saya harus mengatakan ini bukan tugas yang mudah," tambahnya. "Kita perlu menemukan individu yang memiliki latar belakang TI yang relevan dan yang paling penting bersedia menjadi sukarelawan untuk membantu."
Coder yang diminati di Indonesia perusahaan lokal Go-Jek mengakuisisi dua startup India tahun lalu dalam upaya merekrut pemrogram yang berbakat di negara tersebut, sementara Uber berusaha membawa coders terampil Indonesia di AS untuk pulang ke Indonesia, menurut Wall Street Journal. Pemerintah memperkirakan bahwa jumlah lulusan Coding Mum hampir 200, dan banyak lagi pengusaha IT lainnya, sementara yang lain telah menemukan pekerjaan sebagai pengembang atau penguji beta di perusahaan teknologi Indonesia. Indonesia bertujuan untuk menambah sekitar satu juta lebih orang untuk tenaga kerja kreatifnya, yang diharapkan akan berjumlah 13 juta orang pada tahun 2019.

Rabu, 31 Mei 2017

Robot Hand Ini Dikendalikan Langsung Dari Otak, Membantu Penderita Stroke

Sebuah tim ilmuwan dari Washington University School of Medicine di St. Louis membuktikan ilmu robotika ternyata sangat berguna untuk kesehatan dan membantu penyembuhan pasien. Utamanya pasien stroke yang sedang mengalami kelumpuhan di tangannya.
Tim ini membuat alat dengan nama Ipsihand, dan diklaim dapat membantu rehabilitasi stroke berjalan lebih cepat. Untuk penelitian mereka, para periset bertanya kepada 13 orang yang sebelumnya memiliki stroke enam bulan atau lebih untuk memakai tangan bionik dan “topi elektroda” di kepala mereka. Topi elektroda inilah yang menangkap sinyal langsung dari otak untuk menggerakan tangan robot atau bionik tadi.
Profesor ahli bedah saraf Eric Leuthardt, menemukan bahwa sinyal listrik yang mengindikasikan gerakan pada otot. Sinyal tersebut bertanggung jawab untuk mengaktifkan sisi lain otak Anda, yang menyebabkan gerakan sebenarnya. Pada pasien stroke, sinyal awal tersesat di ether, karena bagian yang coba diaktivasi tidak berfungsi lagi. Dari sanalah alat Ipsihand ini masuk dan membantu sampai ke otot tangan bionik.
Dari 13 subjek, sudah 10 orang yang mampu menyelesaikan 12 minggu pengujian seperti memungut balok, membangun menara, dan memasang tabung. Selama tes tersebut, tim menemukan bahwa setiap pasien menunjukkan penilaian yang semakin baik dan signifikan. Alhasil, dengan waktu dan latihan, semoga alat ini memang bisa membantu para pasien agar bisa lebih cepat dalam proses penyembuhan.
Bagaimana keren dan luar biasa ya, berharap kedepeannya Mahasiswa dan Mahasiswi di STT Terpadu Nurul Fikri bisa membuat hal yang Inovatif dan Kreatif. Aamiin. Sekian.

Meet and Greet Andara Batch 2

Andara Tech Community adalah salah satu Komunitas IT yang ada di Kampus Nurul Fikri. Setelah dilaksanakannya Meet and Greet Andara batch 1 yang sukses dilaksanakan pada tanggal 24 November tahun 2016 kemarin, kali ini Andara Tech Community akan mengadakan Meet and Greet Andara batch 2. Acara ini akan dilaksanakan pada hari Jumat, 02 Juni 2017 bertempat di Auditorium PPSDMS Nurul Fikri yang beralamat di Jl. Lenteng Agung No. 20 Jakarta Selatan.
Dalam acara meet and greet kali ini, Andara Tech Community akan bekerjasama dengan RTIK Kota Depok. Acara ini akan dihadiri oleh Bapak Indra Hermawan,S.Kom,M.Kom selaku Pembina Andara Tech Community, CEO Andara Tech Community yaitu Suranto,S.Kom dan Irfan Prasetyo,S.Kom, Pengurus RTIK Kota Depok dan CEO htp.co.id, dan juga seluruh anggota Andara Tech Community.
Selain acara meet and greet yang dihadiri oleh orang-orang yang luar biasa, di acara ini pun akan diadakan nonton bareng film Lentera Maya, yang pastinya film ini sangat menginspirasi. Dan juga akan ada buka bersama antar anggota Andara Tech Community karena acara dimulai dari pukul 15.30 sampai pukul 18.00. Acara meet and greet ini sebagai ajang silaturahmi dan juga sebagai syukuran dari keberhasilan yang sudah diraih oleh Andara Tech Community selama ini. Alhamdulillah Andara Tech Community selalu menang dan menyandang gelar juara setiap lomba yang mereka ikuti. Dan juga Andara Tech Community sudah memilki produk andalan yaitu “TrashPedia” yang sangat berguna di masyarakat dan selalu menang di semua kompetisi yang mereka ikuti. Andara Tech Community pun sudah banyak bekerjasama dengan komunitas-komunitas yang ada.
Acara ini diwajibkan untuk anggota Andara Tech Community Kampus Nurul Fikri. Dengan hadir di acara ini, kamu akan mendapatkan makan dan minuman untuk berbuka puasa, doorprize, jaringan dan teman baru, inspirasi dan ilmu baru yang bermanfaat. Acara ini 100% gratis tetapi kuota terbatas hanya akan disediakan 50-70 porsi untuk berbuka puasa.
 

Where ?